Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jam menunjukkan pukul 11 malam. Mata sudah terasa berat, tetapi buku dan laptop masih menyala di atas meja. Besok pagi harus tetap berangkat ke sekolah, sementara tugas masih belum selesai. Begadang akhirnya menjadi kebiasaan, dan keesokan harinya tubuh terasa lelah serta sulit fokus di kelas. Padahal, begadang bukan satu-satunya jalan untuk bertahan di tengah padatnya tuntutan akademik. Dengan waktu belajar yang diatur dengan tepat, siswa tetap bisa berprestasi tanpa harus mengorbankan kesehatan mental dan fisik. Berikut 5 tips untuk tetap waras di CC:

1. Jangan Menunda Tugas

Salah satu penyebab utama begadang adalah kebiasaan menunda tugas, walau sekecil apapun tugas tersebut. Tugas yang terlihat ringan sering kali dianggap bisa dikerjakan nanti, hingga akhirnya tugas-tugas tersebut menumpuk dan memaksa siswa menyelesaikannya hingga larut malam. Padahal, mengerjakan tugas pada hari yang sama saat diberikan, atau setidaknya mencicilnya selama 15–30 menit, dapat mencegah tugas yang menumpuk. Kebiasaan kecil ini membantu menjaga waktu tidur dan mengurangi stres yang tidak perlu.

2. Mengelola Tekanan Eksternal

Tekanan akademik juga menjadi faktor besar yang sering membebani kondisi mental siswa. Banyak siswa merasa nilai menentukan harga diri mereka karena ekspektasi orang tua, tuntutan sekolah, dan perbandingan sosial dengan teman. Padahal, nilai hanyalah sebuah angka, bukan tolok ukur seberapa berharganya seseorang. Gagal di satu ujian bukan berarti gagal sebagai manusia, dan nilai bukan penentu masa depan sepenuhnya. Setiap orang punya ritme dan jalannya sendiri. Oleh karena itu, lelah adalah hal yang wajar, gagal adalah bagian dari proses belajar, dan tidak ada kewajiban untuk sempurna di semua mata pelajaran.

3. Buat Jadwal Belajar dan Skala Prioritas

Supaya beban belajar dan tugas tidak terasa menumpuk, siswa perlu memiliki jadwal belajar yang teratur serta skala prioritas yang jelas. Dengan begitu, tugas nggak datang barengan yang bikin panik dan begadang tiap malam. Tidak semua tugas memiliki tingkat kepentingan yang sama. Ngerjain yang paling penting dulu juga bikin energi lebih kepakai dengan bijak. Hidup jadi lebih ke-handle, nggak serba keburu-buru. Bonusnya, masih ada waktu buat napas, main, atau sekadar scroll tanpa rasa bersalah.

4. Luangkan Waktu untuk Me-Time

Selain belajar, memberikan waktu untuk diri sendiri juga sama pentingnya. Meluangkan waktu untuk istirahat, ngelakuin hal yang disuka, atau sekadar rebahan tanpa mikir tugas bisa bantu
kepala jadi lebih waras. Nggak harus produktif terus, karena manusia bukan mesin. Self-care itu bukan manja, tapi cara biar tetap kuat jalanin hidup sehari-hari. Kalau diri sendiri aja diabaikan, mau kuat sampai kapan? Sekadar berhenti sejenak dari produktivitas bukanlah bentuk kemalasan. Justru, hal ini membantu menjaga keseimbangan antara kehidupan sekolah dan kehidupan pribadi, serta mencegah kelelahan mental yang berkepanjangan.

5. Miliki Teman Belajar

Memiliki teman belajar juga dapat menjadi solusi untuk mengurangi tekanan akademik. Belajar bareng bikin suasana jadi lebih santai dan nggak kerasa sendirian menghadapi tugas yang segunung. Kalau ada materi yang nggak paham, bisa langsung tanya tanpa takut di-judge. Selain menambah pemahaman, capek mental juga jadi berkurang karena ada tempat curhat. Kadang, sekadar ditemenin belajar aja udah cukup buat bikin semangat balik lagi.

 

Pada akhirnya, tuntutan akademik seperti tugas dan ulangan memang tidak bisa dihindari, tetapi cara menyikapinya bisa diatur. Begadang, stres, dan kelelahan bukan tanda perjuangan yang harus dibanggakan, melainkan tanda bahwa manajemen waktu masih kurang baik. Dengan langkah-langkah sederhana seperti tidak menunda tugas, menyusun skala prioritas, mengatur waktu belajar secara realistis serta saling mendukung lewat teman belajar, siswa tetap bisa berkembang tanpa harus mengorbankan kesehatan. Ketika tekanan terasa berlebihan, mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri justru membantu meningkatkan fokus. Ingat, sekolah itu maraton, bukan sprint, jadi jaga ritme, jaga diri, dan jangan lupa bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan prestasi.

(by: Yoga Hidayat / X-4 / 35 dan Joseph Collin Loandouw / X-5 / 16)

Leave a Reply

Perpustakaan Kolese Kanisius © 2026. All rights reserved.