Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Anak sulung merupakan anak yang diharapkan menjadi contoh bagi adik-adiknya. Anak bungsu umumnya anak yang dimanja dan dijadikan harapan terakhir bagi orangtuanya. Anak Tunggal diharapkan menjadi anak kebanggaan orang tua, karena dia mandiri tanpa kakak dan adik.
Lalu bagaimana dengan anak tengah? Anak yang diapit oleh kakak dan adik? Apa yang dipikirkan, dirasakan dan dialami mereka?
Hai anak tengah, apa kabar kalian ?

Identitas Buku

Judul : Iyan Bukan Anak Tengah
Pengarang : Armaraher
Penerbit : Skuad
Tahun : 2023
Jenis Cerita : Drama keluarga

Sinopsis

“Lagian gue cuma anak, anak nggak boleh ngerasain kecewa sama orang tua sendiri. Soalnya yang boleh kecewa cuma orang tua ke anak” – Iyan –
“Bunda, pernah merasa kehilangan Danan dan Iyan?” – Danan –

Iyan tidak pernah meminta seperti apa posisinya di dalam keluarga. Iyan masih menjadi seorang adik sampai lahirlah Uan, yang mengubah posisi Iyan menjadi seorang adik sekaligus kakak di dalam keluarga. Iyan harus membantu Bang Danan untuk berbagi tugas mengurus adik mereka dan mengurus rumah, sementara kedua orang tua mereka sibuk bekerja di kantor.
Sebetulnya Iyan tidak keberatan membantu mengurus rumah bersama Bang Danan, yang menjadi permasalahan sikap orang tuanya yang tidak menganggap keberadaan Iyan. Bunda selalu bersikap ketus dan dingin terhadap Iyan, setiap Iyan bersuara, bunda menanggapi dengan datar seolah Iyan memiliki kesalahan besar atau mengeluarkan kalimat yang menyakiti hati Iyan.
Seperti saat waktunya sarapan yang ditawarin hanya bang Danan. Sedangkan saat Iyan meminta uang SPP justru dituduh mencuri, Iyan selalu salah di mata bunda.
Tanpa kasih, hanya mengerjakan tanggung jawab, suara tidak didengarkan dan selalu disalahkan, pada akhirnya Iyan yang merasa lelah pergi dari rumah dan menginap di rumah Yarsa. Iyan takut bertemu bunda, takut disalahkan, takut diberikan tanggung jawab berlebih dan bertengkar dengan Bang Danan. Iyan sempat mengharapkan jika dirinya lebih baik sendiri supaya mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya atau setidaknya memiliki orang tua yang adil membagi kasih sayang mereka.
Tragedi pertama datang saat Iyan masih kabur dari rumah. Uan, adik bungsu mereka mengalami kecelakaan bersama Oma dan menewaskan keduanya.Iyan terlambat pulang dan menyimpan rasa penyesalan, Iyan menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Uan hanya Bang Danan yang bisa memahaminya. Bang Danan marah terhadap ayah dan bundanya, Bang Danan bahkan menyalahkan bunda yang menyebabkan Iyan menjauh. Bang Danan sendiri memiliki adu argument dengan ayah mereka yang hanya bisa memaksa anak sulungnya mengikuti kemauannya.
Iyan merasakan perubahan sikap bunda terhadap dirinya, Iyan paham Bang Danan yang mengupayakan semuanya dan membuat Iyan mengidolakan Bang Danan.
Saat Iyan menikmati kehidupan sebagai anak terakhir, tragedi terjadi lagi yaitu kereta yang dinaiki bang Danan mengalami kecelakaan menyebabkan bang Danan meninggal dunia.

Akhir Cerita

Cerita diakhiri pertemuan Iyan dengan Farel, adik asuh yang dibantu Bang Danan, ternyata Farel merupakan teman sekolah dan teman satu ekskul Iyan.
Iyan yang berusaha mengatasi kesedihannya akhirnya berhasil mengakui bahwa bang Danan telah meninggal. Iyan juga dapat menerima posisi dirinya menjadi kakak Kembali setelah bunda hamil, saat Ravis lahir Iyan seakan melihat Bang Danan mini.

Ulasan Buku

Jika melihat berdasarkan judul pembaca akan berpikir alur cerita terjadi dari sudut pandang Iyan saja, ternyata Sebagian besar cerita berdasarkan sudut pandang Danan.
Danan melihat bagaimana bunda membedakan Iyan dari kedua saudaranya. Bahkan novel ini menceritakan pergulatan hati Danan dan perasaan Iyan yang menerima semua perlakuan tidak ramah bunda.
Novel ini memiliki pesan yang mendalam untuk orang tua supaya tidak membedakan anak-anak mereka, saat menjadi orang tua pertama memang mengalami kesalahan dan kesulitan namun harus diperbaiki. Janganlah meninggalkan trauma dan duka mendalam bagi anak mereka.
Bagi pembaca jangan mudah menghakimi orang lain terutama jangan mudah mengeluarkan perkataan yang dapat menyakiti hati orang lain.

Karakter Tokoh

Danan : Anak pertama. Tegas, berusaha memahami Iyan, bertanggung jawab
Iyan: Anak tengah. Selalu mengalah, berusaha memahami kondisi keluarga, berusaha berdamai dengan masa lalu
Uan: Anak ketiga. Manja
Ravis: Anak keempat. Manja, tergantung pada Iyan
Cakra: Ayah. Memaksaa nak mengikuti keinginannya (di mata Iyan, anak kesayangan ayah adalah Danan)
Wena: Bunda. Hanya fokus pada Uan, menyayangi Danan,melupakan Iyan,mau menyadari kesalahan walau terlambat.

Novel “Iyan bukan anak tengah” meruapakan adaptasi dari AU yang diposting melalui twitter. Mimin harus banyak sabar saat membacanya. Semoga kalian semua tidak mengalami hal yang dialami oleh Danan dan Iyan.
Kalian bisa membaca kisah Iyan di perpustakaan Kolese Kanisius, intiplah bagaimana perasaan anak tengah ala Iyan.

 

Jadi, bagaimana kabarmu anak tengah ?

Leave a Reply

Perpustakaan Kolese Kanisius © 2026. All rights reserved.